Jumat, 22 Agustus 2014

RAKOR PENINGKATAN KELEMBAGAAN PKK

Kader PKK se-Desa Hegarmanah Mendapat Pelatihan dari Bidang Kelembagaan BPMPD Kabupaten Sumedang pada hari Jum’at tanggal 22 Agustus 2014. Acara yang diikuti oleh Perwakilan Kader PKK dari 14 RW se-desa hegarmanah ini dikemas dengan Tema “Rakor Pengingkatan Kelembagaan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK)”  yang dilaksanakan di Aula Pertemuan Desa Hegarmanah Kecamatan Jatinangor.

Acara yang dihadiri oleh + 30 Kader PKK ini dibuka oleh Camat Jatinangor Asep Aan Dahlan, S.Sos.
Bertindak sebagai nara Sumber diantaranya : Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Jatinangoor Iis Asep Aan Dahlan, Kasub Bid Pengembangan Kelembagaan BPMPD Drs. Teddy, MBA., Msi. Serta hadir pula Kepala Bidang Kelembagaan dan SDM pada BPMPD Kabupaten Sumedang
Kabid Kelembagaan dan SDM mengharapkan melalui Pelatihan semacam ini dapat memberikan peningkatan yang signifikan terhadap fungsi Lembaga PKK bagi peningkatan Kesejahteraan Masyarakat dan Desa.
Dalam pemaparan materinya, Toto mengingatkan bahwa Peran Tim Penggerak PKK sangat penting di masyarakat khususnya bagi kaum perempuan agar dapat berpartisipasi serta berperan serta pada pembangunan Desa yang merupakan ladasan kemajuan bangsa dan negara.

Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan PKK ini didanai dari anggaran PIK (Pagu indikatif Kewilayahan) yang diusulkan melaui Forum Musrenbang tahun 2013 dan terealisasi pada Bulan Agustus 2014 ini.


Foto-foto Kegiatan :




















 

Minggu, 13 Juli 2014

BUKA PUASA BERSAMA

(laporan Ramadhan 1435 H.: oleh ASEP MULYANA)

PEMERINTAH DESA HEGARMANAH-JATINANGOR GELAR ACARA BUKA PUASA BERSAMA PARA KETUA RT DAN RW
Kepala Desa Hegarmanah (kiri) Bersama Ketua BPD
Hegarmanah, Minggu  13 Juli 2014. Dalam rangka meningkatkan koordinasi  dan silaturahmi dengan Masyarakat, Pemerintah Desa Hegarmanah menggelar acara Buka Puasa Bersama minggu 13 juli 2014 yang di laksanakan di Aula Pertemuan Kantor Kepala Desa Hegarmanah Jalan Ir Soekarno (jln Raya Jatinangor) No 230 Jatinangor. Hadir pada acara tersebut, para Ketua RT se-wilayah Desa hegarmanah yang teridiri dari 52 RT, Para Ketua RW yang tersiri dari 14 RW, Perangkat Desa dan Para Tokoh Masyarakat.
Kepala Desa Hegarmanah Ana Suhana mengatakan Sebetulnya acara koordinasi seperti ini rutin dilaksanakan untuk memper erat tali silaturahmi warga terlebih di bulan Rhamadan kami laksanakan sekaligus Buka Puasa Bersama.
Pada kesempatan itu disampaikan juga uang tunjangan bagi para ketua RT dan Ketua RW yang anggarannya bersumber dari Bantuan Keuangan Desa dari APBD Kabupaten Sumedang.
Untuk acara Buka Puasa bersama ini menurut Kepala Desa Ana Suhana anggarannya menyisihkan dari PAD Desa yang dikeluarkan melalui pos belanja untuk Rapat Koordinasi.
Disikusi sambil menunggu saat Buka Puasa
Disela-sela waktu menunggu saat berbuka Puasa diisi dengan siraman rohani dan forum diskusi.
Kepala Desa Ana Suhana dan Ketua BPD Hegarmanah Jajang Sungkawa, S.Sos serta Ketua LPM Desa Hegarmanah Anton Sudjito memaparkan capaian Kegiatan dan hambatan dalam melaksanakan tugas Pemerintahan selama ini.
Pemerintahan Desa Hegarmanah berharap melalui acara ini dapat terjalin komunikasi positif antara masyarakat dan Pemerintah demi kemajuan Desa Hegarmanah Kecamatan Jatinangor Dimasa mendatang. (by:kusek-tEA)

Rabu, 19 Maret 2014

PEMBANGUNAN DESA

    DIDI SUKANDI (KAUR EKBANG)
RUMUSAN PROGRAM PEMBANGUNAN DESA HEGARMANAH MENGGUNAKAN ANALISIS  “SWOT”.

SWOT adalah akronim untuk kekuatan (Strenghts), kelemahan (Weakness), peluang (Opportunities), dan ancaman (Threats) dari lingkungan eksternal dan internal. Menurut Jogiyanto (2005:46), SWOT digunakan untuk menilai kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan dari sumber-sumber daya yang dimiliki dan kesempatan-kesempatan eksternal dan tantangan-tantangan yang dihadapi.

Menurut David (Fred R. David, 2008,8), Semua organisasi memiliki kekuatan dan kelemahan. Tidak ada perusahaan yang sama kuatnya atau lemahnya dalam semua area bisnis.
Kekuatan/kelemahan internal, digabungkan dengan peluang/ancaman dari eksternal dan pernyataan misi yang jelas, menjadi dasar untuk penetapan tujuan dan strategi.Tujuan dan strategi ditetapkan dengan maksud memanfaatkan kekuatan internal dan mengatasi kelemahan.

Analisis SWOT dapat digunakan dengan berbagai cara untuk meningkatkan analisis dalam usaha penetapan strategi. Umumnya yang sering digunakan adalah sebagai kerangka / panduan sistematis dalam diskusi untuk membahas kondisi altenatif dasar yang mungkin menjadi bahan pertimbangan.
Matriks SWOT
Menurut Rangkuti (2006), Matriks SWOT dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Matriks ini dapat menghasilkan empat set kemungkinan altenatif strategis.

Internal
External
Kekuatan (Strength)
Kelemahan (Weakness)
Peluang (Oppurtunity)
Strategi S-O
Strategi W-O
Ancaman (Threats)
Strategi S-T
Strategi W-T

Berikut ini adalah keterangan dari matriks SWOT diatas :
1.  Strategi SO  (Strength and Oppurtunity). Strategi ini dengan memanfaatkan seluruh kekuatan untuk merebut dan memanfaatkan peluang sebesar – besarnya.
2.   Strategi ST (Strength and Threats). Strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi ancaman.
3.  Strategi WO (Weakness and Oppurtunity). Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada.
4.    Strategi WT (Weakness and Threats). Strategi ini berdasarkan kegiatan yang bersifat defensif dan berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.

Analisis Lingkungan Internal Desa Hegarmanah
Kekuatan
           Letak Desa Hegarmanah yang berada di jantung Kota Kecamatan Jatinangor yang merupakan kawasan Pendidikan dengan penduduk yang heterogen cukup mempengaruhi dalam pelaksanaan kegiatan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.
           Peranserta masyarakat dalam meningkatkan pembangunan di Desa Hegarmanah sudah cukup tinggi terbukti dengan banyaknya swadaya-swadaya masyarakat terutama dalam pelaksanaan pembangunan sarana dan prasarana infra struktur guna kemajuan Desa. Ini semua dapat berhasil tidak lepas dari teknik pendekatan dimana Kepala Dusun sangat memegang peranan sesuai dengan tugas dan fungsinya yaitu sebagai kepanjang tanganan dari Kepala Desa.
            Letak Desa Hegarmanah yang cukup strategis sehingga mengundang  minat para pemilik modal untuk menginvestasikan modalnya untuk melakukan kegiatan usaha baik dibidang perdagangan maupun jasa.
Sumber daya manusia di Desa Hegarmanah cukup potensial, hal ini diakibatkan oleh pengaruh lingkungan dimana letak Desa Hegarmanah berada di kawasan pendidikan sehingga secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi pola pikir masyarakat.

Kelemahan
Masih banyak sarana infrastruktur yang rusak, hal ini menghambat kegiatan perekonomian masyarakat dan pembangunan desa. Salah satunya adalah belum terpenuhinya kebutuhan masyarakat akan air bersih yang disebabkan oleh sarana dan prasarana yang belum memadai.
Permasalahan sampah merupakan permasalahan yang belum dapat terselesaikan hingga sekarang karena sampai dengan saat ini masih sulit untuk menentukan tempat pembuangan sementara (TPS) maupun tempat pembuangan akhir (TPA).
Masyarakat Desa Hegarmanah belum siap menghadapi perubahan yang terjadi secara drastis sehingga dalam persaingan ekonomi sangat tertinggal oleh pelaku-pelaku ekonomi yang datang dari luar dengan didukung oleh permodalan yang kuat.

Analisis Lingkungan Eksternal Desa Hegarmanah
Kekuatan (strengths)
Selain Alokasi Dana Desa, Hegarmanah juga mendapatkan bantuan dana lain dari Pemerintah diantaranya Raksa Desa, Modal UKM, PUAP dan PNPM-MP yang dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan pembangunan infra stuktur, social dan peningkatan perekonomian masyarakat. Dalam pelaksanan pembangunan, partisifasi masyarakat sangat menentukan. hal ini diwujudkan dengan adanya sumbangan-sumbangan baik dari masyarakat maupun dari pihak swasta yang digalang melalui pembuatan proposal maupun spontanitas yang sifatnya insidentil dan tidak mengikat.
Lokasi Desa yang strategis terletak di pusat kota Kecamatan Jatinangor yang terus berkembang kearah perkotaan berdampak pada Peningkatan PAD melalui optimalisasi asset-aset dan potensi Desa yang ada.
Di Desa Hegarmanah Telah terbentuk sebuah Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) yang diharapkan dapat berperan aktif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kelemahan (weaknesses)
Dalam menghadapi perkembangan ekonomi di Desa Hegarmanah yang menjadi kelemahan diantaranya keterbatasan anggaran dan SDM mengakibatkan Warga/penduduk setempat tidak dapat bersaing dengan para pendatang yang sengaja datang ke Desa Hegarmanah dengan tujuan yang sangat jelas ditunjang dengan Spesifikasi keahlian serta permodalan yang betul-betul maksimal.

Peluang (opportunities)
Konsekwensi dari Perkembangan Jatinangor adalah menjadikan kawasan ini sebagai daerah yang cukup produktif. Bagi pemerintahan tentunya berpeluang untuk Meningkatkan PAD yang signifikan, dan untuk masyarakat akan terbuka peluang-peluang usaha baik dibidang jasa maupun perdagangan.

Ancaman (threats)
Perkembangan Desa Hegarmanah menjadi kawasan Pendidikan, mengakibatkan pertumbuhan penduduk sangat pesat yang berdampak terjadinya perubahan fungsi dan tata guna tanah dimana lahan yang dulu digunakan sebagai lahan pertanian, kini berubah menjadi lahan pemukiman. Masyarakat yang dahulu matapencahariannya sebagian besar petani, akan kehilangan matapencahariannya. Jika tidak diantisipasi dengan upaya peralihan Matapencaharian maka sudah jelas angka pengangguran akan semakin meningkat.
Munculnya pelaku-pelaku ekonomi dari luar yang didukung oleh spesifikasi dan permodalan yang cukup kuat mengakibatkan masyarakat Desa Hegarmanah tidak sanggup untuk bersaing dalam bidang usaha sehingga masyarakat menjadi kurang produktif dan hanya akan menjadi objek dari dampak perkembangan tersebut.
Acaman lain yang harus diantisipasi adalah di musim penghujan. Bahaya banjir akan selalu membayangi masyarakat di karenakan perkembangan Jatinangor tidak dibarengi dengan rencana tataruang yang baik.
 
Formulasi Strategis (SWOT)
Strategi S-O
Mengefektifkan Dana-dana bantuan Pemerintah guna meningkatkan perekonomian atau daya beli masyarakat serta memanfaatkan sumber daya manusia yang cukup potensial untuk bersama-sama masyarakat lainnya dalam membangun desa dibidang Ekonomi, social maupun Fisik infrastruktur.
Pemberdayaan BUMDES merupakan suatu keharusan, Diperlukan adanya terobosan yang inovatif  melalui Penambahan Unit Kegiatan Usaha yang disesuaikan dengan perkembangan situasi.

Strategi W-O
Mengoptimalkan Dana-dana bantuan Pemerintah untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Dan dalam penaggulangan tingginya angka pengangguran, maka harus diciptakan lapangan kerja yang memanfaatkan tenaga kerja lokal dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, misalnya membangun sarana air bersih dan tempat pembuangan sampah yang memadai yang dalam pengelolaannya melibatkan tenaga kerja local.
Semua itu tentunya harus disertai pula dengan upaya peningkatan pengetahuan melalui pelatihan-pelatihan guna mendongkrak kualitas SDM.

Strategi S-T
Pertumbuhan penduduk yang sangat pesat yang megakibatkan perubahan fungsi dan tata guna tanah harus diantisifasi dengan cara menggali potensi yang ada sehingga masyarakat menjadi produktif. Pemberdayaan BUMDES diharapkan dapat memberikan Kontribusi nyata dalam upaya peningkatan daya beli masyarakat.
Upaya penanggulangan bencana perlu diantisipasi melalui koordinasi dengan instansi terkait dengan langkah-langkah melakukan pemeliharaan/normalisasi sarana dan prasarana yang ada sehingga dapat berfungsi secara normal. Disamping pemeliharaan sarana dan prasarana yang ada, perlu juga dilakukan koordinasi dengan Instansi terkait agar dapat membuat kebijakan yang berpihak kepada masyarakat secara umum.

Strategi W-T
Meningkatkan perekonomian masyarakat untunk mengantisifasi melonjaknya harga-harga kebutuhan pokok dengan cara memberikan pelatihan-pelatihan pada masyarakat mengenai kewirausahaan dalam mengantisifasi perubahan fungsi dan tata guna tanah di wilayah Desa Hegarmanah.
Dengan keterbatasan SDM, diharapkan adanya upaya yang langsung melibatkan masyarakat dalam Pembangunan di Desa. Program-program Pemberdayaan masyarakat melalui BLM (bantuan langsung kepada Masyarakat) tentunya akan sangat bermanfaat baik secara ekonomi, social maupun fisik Infrastruktur. Hal ini tentunya harus disertai dengan pendampingan yang serius dari instansi terkait sekaligus sebagi pembelajaran bagi masyarakat agar mereka mengetahui, bertanggungjawab dan mempunyai rasa memiliki terhadap pembangunan yang ada.

by: Didi Sukandi (KAUR Ekbang); maret 2014

Sabtu, 30 Maret 2013

TAHAPAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DESA

Tahap Persiapan
Pembentukan Tim Teknis

Tim teknis atau pendamping dibentuk dengan maksud memberikan bantuan teknis berupa motivasi, bimbingan, pelatihan dan konsultasi kepada lembaga masyarakat yang ada di desa dalam penyusunan rencana pembangunan. Lembaga-lembaga tersebut diantaranya; LPMD, Pemerintah Desa, BPD, Pengurus RT/RW, paguyuban atau kelompok swadaya masyarakat, Tim teknis, Pemda, DPRD dan lembaga potensial lainnya.
Tim teknis untuk perencanaan pembangunan desa, biasanya dibentuk oleh pemerintah daerah pada setiap tahun anggaran. Keanggotaan tim teknis sebaiknya berasal dari berbagai kalangan, seperti LSM, pemerintah (dinas atau badan terkait), forum perdesaan atau nama lain sejenis, perguruan tinggi, konsultan, swasta dan lembaga lainnya yang memberikan perhatian terhadap pemberdayaan masyarakat desa.
Tim Teknis direkrut berdasarkan kriteria khusus diantaranya; profesionalitas, keahlian dan komitmen terhadap pemberdayaan masyarakat, mengalokasikan sebagian waktu dan tenaga untuk kegiatan pendampingan, memperoleh rekomendasi atau penugasan dari lembaga asal.

Pelatihan Perencanaan Pembangunan
Pelatihan perencanaan pembangunan dibutuhkan sebagai bentuk capacity building untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan komitmen para pelaku yang terlibat baik tim teknis/pendamping maupun lembaga yang terlibat dalam proses perencanaan. Materi pokok pelatihan mencakup penyusunan visi, misi, identifikasi dan analisis kebutuhan, analisis potensi, SWOT, penentuan prioritas, penyusunan usulan program, proses pengesahan dan pelembagaan serta rencana kegiatan umum.

Penyusunan Rencana Kegiatan Umum (RKU)
RKU merupakan dokumen rencana pembangunan yang mencakup tujuan, indikator pencapaian, jenis atau bentuk kegiatan, waktu dan biaya yang dibutuhkan. RKU disusun bersama masyarakat dan disahkan oleh Kepala Desa. RKU dilengkapi dengan standar prosedur operasi pada setiap bentuk kegiatan yang direncanakan.

Pengorganisasian
Pengorganisasian merupakan serangkaian tindakan mendayagunakan sumber daya (man, money, methods) dalam upaya mencapai tujuan. Pengorganisasian menyangkut pula hubungan dan mekanisme kerja yang paling optimal dan disepakati oleh pelaku yang terlibat. Kegiatan ini menghasilkan struktur organisasi termasuk bentuk kepanitian, uraian tugas, fungsi, personil, mekanisme koordinasi, pengendalian, pelaporan dan pengesahan.

Sosialisasi
Kegiatan sosialisasi bertujuan untuk menginformasikan proses perencanaan, sehingga masyarakat atau pelaku yang terlibat memiliki pemahaman, penerimaan dan kesadaran untuk berpartisipasi dalam proses perencanaan pembangunan desa. Sosialisasi dilakukan melalui berbagai forum atau pertemuan formal mulai di tingkat desa hingga dusun/RW/RT. Dalam proses sosialisasi dihadiri oleh Kepala Desa, perangkat atau pamong desa, BPD, warga dan lembaga setempat. Sosialisasi juga dapat dilakukan secara informal melalui pertemuan seperti pengajian, arisan, diskusi, surat edaran, brosur atau pamflet yang ditempelkan di papan
pengumuman atau disebarkan kepada masyarakat.

Tahap Pelaksanaan
Identifikasi Masalah dan Analisis Lingkungan
Kegiatan ini bertujuan untuk memahami kondisi lingkungan dan kehidupan sosial kemasyarakatan di desa. Hasilnya berupa rumusan masalah dan kebutuhan masyarakat setempat. Kegiatan ini dilakukan di tingkat RT dan RW/dusun hingga desa. Teknik yang digunakan antara lain; pembuatan peta desa, survey, transek, kalender musim, pohon masalah dan focus group discussion (FGD).

Analisis Kapasitas Internal dan Eksternal
Analisis potensi (internal dan eksternal) bertujuan untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi oleh masyarakat. Kegiatan ini menghasilkan daftar potensi, sumberdaya alam, manusia dan kelembagaan masyarakat setempat. Kegiatan ini dilakukan di tingkat RT dan RW/dusun hingga desa. Teknik yang dapat digunakan antara lain; analisis sosial, SWOT, diagram venn dll.

Perumusan Isu Strategis
Perumusan isu strategis bertujuan untuk mendalami berbagai fenomena yang berkembang dan perlu diantisipasi berdasarkan potensi, masalah dan peluang yang ada. Formulasi isu akan menghasilkan strategi dan bentuk intervensi yang dibutuhkan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Kegiatan ini dilakukan di tingkat RT, RW/dusun hingga desa. Teknik yang dapat digunakan antara lain; metode ZOPP, analisis tujuan, dan kerangka kerja logis.

Perumusan Kebutuhan Masyarakat
Kegiatan ini bertujuan untuk memformulasikan kebutuhan masyarakat berdasarkan isu strategis yang akan dicakup dalam kegiatan pembangunan. Hasilnya berupa daftar panjang kebutuhan atau usulan kegiatan masyarakat (longlist). Kegiatan ini dilakukan di tingkat RT, RW/dusun hingga desa. Pembahasan prioritas kegiatan dapat dilakukan melalui diskusi atau musyawarah.

Penentuan prioritas
Berdasarkan daftar usulan kegiatan masyarakat (longlist), selanjutnya dilakukan penentuan prioritas kegiatan dalam bentuk daftar urutan prioritas kegiatan (sortlist). Kegiatan ini dilakukan di tingkat RT, RW/dusun hingga desa. Teknik yang digunakan antara lain; matrik skoring, matrik ranking dan analisis GMP.

Penyusunan Usulan Kegiatan/Program
Daftar urutan prioritas kegiatan (sortlist) yang dihasilkan kemudian disusun matrik rencana atau usulan program termasuk rencana anggaran dan sumber pembiayaannya. Kegiatan ini dilakukan di tingkat RT, RW/dusun hingga desa.

Tahap Pelembagaan
Pengesahan, Pengusulan dan Sinkronisasi
Kegiatan ini bertujuan untuk menyepakati usulan program dan sumber pembiayaan pelaksanaan. Dalam kegiatan ini disepakati pula pola pengelolaan program (swakelola) melalui forum warga ditingkat RT, RW/dusun. Hasil kesepakatan kemudian dibahas dalam forum musyawarah (Musbangdes) untuk menentukan sumber pembiayaan baik dari APB-Desa, APBD atau melalui pola kemitraan dengan lembaga lain. Penyepakatan program yang diusulkan untuk dibiayai APBD akan dibawa dalam forum SKPD dan Rakorbang di tingkat Kabupaten.

Pemasyarakatan Rencana Pembangunan Desa
Dokumen hasil perencanaan yang telah disusun dan disepakati oleh seluruh stakeholders, selanjutnya disosialisasikan kembali agar dapat diterima oleh masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat dalam pelaksanaannya, karena dilakukan melalui proses yang demokratis. Pemasyarakatan hasil perencanaan dilakukan melalui forum atau pertemuan baik formal maupun informal, media cetak, papan pengumuman, surat edaran dll. Beberapa program swadaya yang tidak dibiayai
oleh APBD dan APB-Desa perlu diajukan kepada LSM, swasta atau lembaga donor potensial guna menarik minat dan kepedulian untuk berkerja sama.


Sumber :  
Relawan Pemberdayaan Desa Nusantara Buku Perencanaan Desa Terpadu 
(oleh : Wahyudin Sumpeno)